Print Raster Sablon

Raster adalah kayak gambar foto di koran-koran yang berupa dot/titik dengan densitas berbeda untuk membuat gambar yang gelap dan yang terang. Jika resolusinya rendah titik-titiknya akan makin keliatan. Contohnya pake resolusi 150 dpi. Orang percetakan dan lay out media masa monokrom tentu dah familiar ama masalah kayak gini.

Andalannya dulu (taon 90 an) pake printer HP 4L/5L/6L, kalo pake pentium klasik ram 16 mega, satu lembar keluar tiap 1 menit lewat. Lebih apes kalo dapat mesin sebelum pentium, 486 DX2 66!! Cetak majalah 48 halaman pake PM 6.0 Sabar menanti...

Poses Sablon

Dalam hal proses sablon, master merupakan bentuk negatif.Screen sablon yang berpori sangat kecil itu - namun tembus tinta sablon- dilumuri cairan kimia yang akan menutup pori-pori tesebut. Hasil cetak raster ditemplekan di screen sablon, lalu dipanaskan di bawah terik matahari selama beberapa menit. Bagian cetakan hitam cetakan raster akan menghalangi sinar matahari mengeringkan cairan kimia (kalo gak salah namanya Ulano). Sedangkan bagian yang tidak tertutup cetakan hitam akan meneruskan sinar matahari yang mengeringkan cairan dan menutup pori-pori screen sablon. Selanjutnya screen dicuci pake air, bagian yang tidak mengering akan tembus oleh air, dan yang mengering tidak dapat ditembus air.

Selanjutnya media target diletakkan diatas tempat yang rata, screen diletakkan di atas target, bahan pewarna di tuang di atas screen kemudian dengan sikat sablon ( bentuknya lebih mirip penggaris mika) pewarna ditekan ke bawah. Pewarna akan tembus melalui pori-pori yang tidak tersumbat oleh Ulano dan menempel pada target. Jadilah target berupa cetakan positif. Bayangkan saja kaya film kamera BW sebelum jaman digital, bagian yang di negatif film tampak gelap akan nampak terang di foto positif.
Untuk sablon bikin cetakan rasternya di printer laser bisa pake kertas HVS 60 gr.

Artikel Terkait Tips :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy